Menurut JK, situasi politik dan hukum yang memanas merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu negara yang menjalankan paham demokrasi. "Itulah penegak hukum yang kadang-kadang mempunyai suatu timpang tindih, mempunyai kewenangan satu sama lain yang saling bersinggungan. Namun untuk melakukan penataan secara demokratis menurut saya tidak akan memakan waktu yang lama,” kata JK di Jakarta, Kamis (29/1).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar memastikan kondisi situasi politik dan hukum yang panas tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan bisnis dan industri, sehingga dirinya yakin rencana investasi yang telah dibuat perusahaan tidak akan terganggu dengan kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tumbuh 6 Persen
"Pada pemerintahan yang sebelumnya saja kita bisa capai pertumbuhan hingga 5,2 persen disaat perizinan investasi masih sulit dan sebagainya. Sekarang, perizinan dipermudah sehingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa capai 6 persen untuk tahun ini," ucap JK.
Namun, kegaduhan situasi politik dan hukum sudah terlanjut menimbulkan kekhawatiran dari berbagai kalangan dari dunia usaha, "Kalau ini berlarut-larut, stabilitas politik yang akan terdampak, karena kalau politik tidak stabil semuanya rugi," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. Ketidaksabilan politik ini berpotensi menghambat proyek-proyek pembangunan ditengah target pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2019. (gen)