Yakin Dapat PMN Rp 5 Triliun, PLN Tunda Penerbitan Obligasi

Giras Pasopati | CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2015 19:10 WIB
PLN akan menggunakan PMN Rp 5 triliun untuk menggarap proyek pengadaan listrik sebanyak 10.000 MW, dari total target pengadaan mencapai 35.000 MW. Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2015. CNN Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN akan menunda rencana penerbitan surat utang (obligasi) dan mengandalkan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 5 triliun sebagai sumber pendanaan pengadaan listrik 35.000 megawatt (MW).

“Kemungkinan besar kami tunda rencana penerbitan obligasi untuk tahun ini. Kami sudah mendapat dana dari pemerintah Rp 5 triliun,” ujar Sofyan Basir, Direktur Utama PLN di Jakarta, Kamis (5/2) malam.

Sofyan menjelaskan dana segar tersebut akan digunakan PLN untuk menggarap proyek pengadaan listrik sebanyak 10.000 MW, dari total target pengadaan mencapai 35.000 MW.


“Nanti sisanya 25.000 MW kemungkinan menggunakan skema pengadaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP),” jelas Sofyan.

Sebelumnya, PLN mempertimbangkan penerbitan obligasi pada semester II 2015 guna mendanai proyek perseroan pada tahun ini. Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2014 PLN mencetak pendapatan usaha sebesar Rp 296 triliun atau meningkat 14,72 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp 258 triliun.

Hal tersebut membuat perusahaan listrik pelat merah ini membukukan laba bersih sekitar Rp 13,7 triliun dari posisi kas perseroan 2013 yang mengalami kerugian sebesar Rp 30,9 triliun.

"Selain harga minyak yang turun dan mempengaruhi beban operasional, kenaikan (pendapatan) ini juga dipengaruhi oleh diterapkannya tariff adjustment untuk 10 golongan pelanggan," ujar Direktur Perencanaan dan Afiliasi PLN Murtaqi Syamsuddin, belum lama ini. (ags/ags)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER