Hilarius Arwandhi, Direktur Acset Indonusa mengatakan hingga Desember 2014, perseroan tercatat baru mencapai angka kontrak baru sekitar Rp 600 miliar. Sementara total kontrak berjalan selama 2014 mencapai Rp 3,3 triliun. Dia menyatakan, faktor pemilu yang memanas membuat beberapa perusahaan yang menjadi kliennya menahan diri untuk meneruskan proyek pembangunan yang direncanakan.
“Banyak yang menunda proyek konstruksi dan terpaksa mengulang lagi pada tahun ini,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita cari sinergi yang pas. Nanti setelah itu kita akan fokus pada pengembangan bisnis,” ujarnya.
Meski begitu, Hilarius mengaku kerja sama dengan United Tractors dirasa strategis. Pasalnya, dalam setahun United Tractors bisa mendapat proyek senilai Rp 15 triliun hingga Rp 20 triliun.
“Dari total proyek tersebut, kemungkinan kami bisa memperoleh sekitar 20-30 persen. Dalam waktu dekat kami akan mengerjakan proyek baru dengan nilai sekitar Rp 1 triliun,” jelasnya.
Dari sisi kinerja, di akhir September 2014, Acset Indonusa mencetak pendapatan Rp 857,66 miliar. Pencapaian itu setara 64,49 persen dari target Rp 1,33 triliun tahun ini. Sementara, target laba bersih baru terpenuhi 56,71 persen saja atau Rp 68,62 miliar dari target laba bersih tahun ini Rp 121 miliar. (gen)