Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan rilis pelemahan pada obligasi Yunani yang secara tidak langsung berimbas pada laju euro turut mempengaruhi laju rupiah.
“Akibatnya laju rupiah kembali melemah. Di sisi lain, beredarnya rilis draft pertemuan G-20 yang meminta kepada kepala Negara untuk menjalankan kebijakan moneter yang akomodatif dipersepsikan masih adanya perlambatan ekonomi global,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Selasa (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Laju Rupiah berada di bawah target level support 12.620. Laju Rupiah kembali gagal melanjutkan penguatannya seiring memburuknya sentiment global. Dengan munculnya sentiment negatif tersebut, waspadai pelemahan lanjutan,” ujarnya.
Sebelumnya, kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,52 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (9/2). Berdasarkan data BI, kurs tengah rupiah bertengger di level Rp 12.679 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp 12.613 per dolar AS. (gen)