"Nantinya pasar akan mempertanyakan kemampuan pemerintah menjalankan kepemimpinan," kata Didik seusai diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2).
Didik, yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN), menyayangkan kisruh KPK dan Polri terjadi di tengah kondisi ekonomi yang belum sembuh'. Sejauh ini diakuinya konflik kedua entitas hukum tersebut belum terlalu mengganggu investasi. “Namun, kalau berlarut larut, bahaya. Sebagian orang akan berpendapat bahwa investasinya menggantung,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat dihadang masalah politik dan hukum yang dibuat-buat sendiri oleh pemerintah. Coba, kasus KPK dan Polri siapa yang bikin? Yang bikin 'kan istana," katanya.
"Banyak faktor yang mempengaruhi rupiah bisa melemah, tapi ini masih dalam batas stabil. Jadi it's OK dan ekspor akan lebih baik," ujar JK baru-baru ini.
Menurut JK, dengan ekspor yang tinggi maka peluang mengurangi impor akan semakin tinggi pula. Kendati melihat peluang yang besar mantan Ketua Umum Partai Golkar tidak menampik bahwa melemahnya rupiah sewaktu-waktu akan bisa berbalik sehingga semua kesempatan atau peluang ekonomi harus dicermati dengan baik. (ags/ags)