“Kita sering bicara pertumbuhan dan melupakan satu yang lebih penting yaitu pemerataan," ujar Jokowi ketika membuka rapat di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (13/2).
Menurut Jokowi, setinggi apapun pertumbuhan ekonomi tak akan berarti jika tidak ada pemerataan. "Pertumbuhan ekonomi setinggi apapun yang menikmati hanya lima orang atau hanya kelompok yang di atas, yang di bawah tidak dapat apa-apa. Percuma kita bicara," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta lantas memberi contoh yang terjadi beberapa hari belakangan, di mana Yunani yang tidak menemukan jalan keluar untuk membayar utangnya. Hal itu mempengaruhi pelemahan mata uang negara lain, tak terkecuali Indonesia.
"Kalau kemarin pertumbuhan kita hanya 5,1 persen, kalau kita ingin mengurangi pengangguran dan kemiskinan maka tidak ada jalan lain pertumbuhan ekonomi harus terus didorong agar naik. Kalau sudah jalan tiga tahun bisa di atas tujuh persen," kata dia.
Rapat konsolidasi ini diikuti oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.
Para bupati yang hadir berasal dari Provinsi Banten sebanyak empat orang, Provinsi DKI Jakarta sebanyak satu orang, Provinsi Jawa Barat sebanyak 18 orang, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 29 orang, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak empat orang, Provinsi Jawa Timur sebanyak 29 orang, Provinsi Maluku sebanyak sembilan orang, dan Provinsi Maluku Utara sebanyak delapan orang. (gen)