"Nuklir harus dipakai. Paling tidak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) harus dimulai karena membutuhkan waktu lebih dari lima tahun. Harus masuk dalam platform kita menuju ke sana," ujar Satya di daerah Cikini, Jakarta, Minggu (1/3).
Walaupun mendukung penggunaan nuklir sebagai sumber energi, namun pembangunan pembangkit listrik untuk mencapai target penambahan 35 ribu Megawatt (MW) pasokan listrik di Indonesia tidak akan menggunakan energi dari uranium tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Batubara dan gas harus menjadi prioritas sumber energi. Sampai saat ini stok batubara masih terjamin bagi kebutuhan nasional. Permasalahan hanya ada pada spesifikasi batubara yang tidak pas dengan kebutuhan pembangkit," ujar Satya.
Pada 2013 lalu rasio elektrifikasi nasional telah mencapai angka 79,3 persen. Pemerintah telah menargetkan rasio elektrifikasi nasional di 2015 ini harus mencapai 85 persen. (gen)