“Penekan utamanya akibat turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium pada 19 Januari 2015 dari Rp 7.600 menjadi Rp 6.600 per liter. Harga rata-rata Januari masih lebih tinggi dibandingkan Februari," ujar Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo di kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3).
Sementara tercatat deflasi tahun kalender sebesar 0,61 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun 6,29 persen dengan inflasi inti 0,34 persen dari bulan Januari 2015 dan 5,96 persen untuk inflasi inti dari tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan pangan seperti cabe, bawang menyumbang deflasi 0,36 persen. "Kecuali beras yang sempat naik di akhir Februari," kata Sasmito.
Sementara andil terbesar dari inflasi inti akibat harga barang-barang yang diatur oleh pemerintah (administer price) turun 1,24 persen.
"Tahun-tahun sebelumnya Februari hampir tidak ada deflasi, tapi tahun ini terjadi deflasi," katanya. (gen)