Bank Indonesia mencatat, kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,09 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (10/3). Berdasarkan data BI, kurs tengah rupiah bertengger di level Rp 13.059 per dolar, dari kurs tengah sebelumnya Rp 13.047 per dolar.
Ekonom Credit Suisse Santitarn Satirathai mengatakan disinflasi dan nampak pasifnya Bank Indonesia melakukan intervensi memperlihatkan outlook ekonomi Indonesia yang konstruktif pada semester I 2015 dan 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satirathai memperkirakan adanya penurunan suku bunga di Indonesia sebesar 25 basis poin pada kuartal IV 2015, dengan asumsi suku bunga The Fed yang bakal meningkat pada pertengahan 2015.
Biarkan Tergelincir
Menurutnya, saat ini Bank Indonesia mungkin membiarkan rupiah untuk secara bertahap tergelincir terhadap dolar AS karena volatilitas yang dinilai masih rendah. “Selain itu mata uang yang lemah diharapkan secara bertahap memperkuat posisi neraca Indonesia dalam jangka menengah,” jelasnya.
Lebih lanjut Satirathai menilai selama 12-18 bulan ke depan diperkirakan rupiah baru mampu berbalik menguat berbarengan dengan meningkatnya perekonomian Indonesia. Hal tersebut bakal menawarkan investor internasional dengan keuntungan ganda. (gen)