Peneliti LP3E Kadin, Ina Primiana menjelaskan korelasi antara infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi sangat erat kaitannya, mengingat adanya infrastruktur yang baik dapat mengurangi beban produksi dan logistik bagi sektor-sektor usaha di Indonesia.
"Kalau kami lihat, beban logistik Indonesia itu sangat besar, sekitar 27 persen dari harga sebuah barang. Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding negara Asean lainnya seperti Vietnam sebesar 25 persen dan Thailand sebesar 20 persen. Kami simpulkan bahwa hal ini terjadi karena kurangnya infrastruktur konektivitas yang memadai," tutur Ina di Jakarta, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia juga mengatakan bahwa besaran anggaran infrastruktur saat ini tidak mampu untuk menunjang pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen. Menurut penelitiannya, Indonesia bisa mencapai angka pertumbuhan tersebut jika anggaran infrastrukturnya sebesar lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Dia mengharapkan pemerintah dapat segera mempercepat pembangunan infrastruktur yang berada di dekat kawasan-kawasan ekonomi agar tercipta efisiensi biaya sehingga pertumbuhan ekonomi tinggi dapat tercapai. Selain itu ia juga menginginkan agar anggaran infrastruktur Indonesia bisa meningkat untuk periode selanjutnya.
"Pada tahun 2014 yang lalu pengeluaran infrastruktur kita hanya 3,1 persen dari total APBN. Semoga kedepannya anggarannya jadi lebih besar, dan bisa menyelesaikan infrastruktur urgent seperti kelistrikan dan konektivitas," ujarnya. (gir/gir)