Salah satu kapal yang turut diperiksa oleh Tim Anev di Pelabuhan Muara Baru yakni KM Kusuma Graha milik PT Tri Kusuma Graha. Usai diperiksa Satgas, Kepala Operasional KM Kusuma Graha Sidik mengatakan kapal tersebut sudah sesuai antara dokumen kapal dengan kondisi kapal.
"Alhamdulillah tidak ditemukan hal-hal yang bermasalah, kelengkapan kapal sesuai dokumen, operasinal sesuai yang diizinkan," ujar Sidik di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sidik menjelaskan mengapa perusahaan tempatnya bekerja lebih suka membeli kapal bekas asing. Menurutnya kapal bekas asing lebih murah dan lebih canggih ketimbang pabrikan lokal. Saat membeli kapal itu, Sidik menyebut perusahaannya hanya merogoh kocek US$ 500 ribu.
Sidik mengatakan, meskipun kapal ikan yang digunakannya buatan Jepang, namun dia mengaku perusahaannya membeli KM Kusuma dari perusahaan perikanan asal Spanyol.
"Kapal ini diproduksi Jepang, kami beli dari Sppanyol tapi berbendera Panama," katanya.
Meski bekas kapal berbendera asing, Sidik mengatakan kapal yang beroperasi sejak 2009 ini memiliki 15 ABK warga negara Indonesia yang bekerja di kapal tersebut. "ABK semuanya dari Indonesia dan kapal ini hanya menangkap udang dan bayan saja," tuturnya. (gen)