Perusahaan Travel Sambut Positif Rencana Bebas Visa Jokowi

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Senin, 23/03/2015 23:30 WIB
Perusahaan Travel Sambut Positif Rencana Bebas Visa Jokowi Peserta pawai ogoh-ogoh beraksi di silang Monas, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2015. Acara yang diikuti umat Hindu seibukota itu dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Nyepi Caka 1937 dan Tawur Agung Kesanga 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Panorama Sentrawisata Tbk., perusahaan jasa perjalanan wisata menyambut positif rencana pemerintah dalam menambahkan daftar 30 negara yang akan bebas visa ke Indonesia sebagai peluang baik bagi pertumbuhan pariwisata.

Melalui salah satu pilar usahanya, Inbound, perseroan melihat bahwa pangsa pasar yang paling akan merasakan dampaknya adalah pasar Asia terutama Jepang, Korea dan China yang sangat memperhatikan budget dalam berpergian.

“Untuk pasar Eropa memang sangat besar, sekarang ini komposisinya adalah 50 persen dari total wisman yang kami handle, namun Asia juga merupakan pasar yang terus tumbuh dan menjadi target potensial pasar kami”, ungkap Achmad Sufyani selaku Direktur pilar Inbound Perseroan seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (23/3).


Sufyani juga menambahkan, untuk peningkatan jumlah wisatawan mungkin baru akan dapat dirasakan setelah pemberlakuan bebas Visa ini dijalankan, namun respons dari mitra usaha perseroan di luar negeri sendiri sudah sangat positif.

“Pemerintah telah melakukan good initiative, kami selaku pelaku industri pariwisata nantinya pasti akan bersama-sama melakukan inisiatif campaign kepada para partner dan pelanggan kami di luar negeri bahwa mengunjungi Indonesia sudah lebih mudah, sehingga wisman akan datang dan semoga target pencapaian 20 juta wisman di 2019 bisa tercapai,” jelas Sufyani.

Sebagai ilustrasi, dengan penambahan kunjungan wisman dari Eropa yang rata-rata memiliki masa tinggal di Indonesia sekitar 7 hingga 12 hari dan Asia sekitar 3 hingga 5 hari, maka selain untuk mencapai target jumlah wisman hal ini juga pastinya mempengaruhi jumlah pendapatan devisa negara.

“Pada dasarnya, di mata perseroan, pembebasan visa selain memudahkan wisatawan dalam berpergian yang terpenting adalah menciptakan kenyamanan lebih dalam berwisata. Kendalanya adalah undang-undang resiprokal yang dijalankan di Indonesia, tapi jika memang sudah menjadi keputusan pemerintah, perseroan siap mendukung dan menyambut baik kebijakan baru dari pemerintah,” jelasnya. (gir/gir)