Pemerintah Teken Kerjasama dengan Otoritas Dagang Jepang

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2015 03:15 WIB
Pemerintah Teken Kerjasama dengan Otoritas Dagang Jepang Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi (kanan) bersama Franky Sibarani (kiri) memberikan keterangan pers terkait rencana peluncuran roadmap perekonomian yang akan diberikan pada Presiden terpilih Joko Widodo, Jakarta, Selasa (16/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) kerjasama promosi investasi dengan Japan External Trade Organization (JETRO) guna memfasilitasi proses realisasi investasi kedua negara.

“Kerjasama yang dilakukan BKPM dan JETRO memiliki arti penting untuk meningkatkan kualitas promosi potensi investasi Indonesia di kalangan investor Jepang serta memfasilitasi proses realisasi investasi kedua negara,” ujar Kepala BKPM Franky Sibarani seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (24/3).

Menurut Franky, melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, JETRO akan mencari informasi investor yang serius menanamkan modal ke Indonesia. Penandatanganan MoU tersebut merupakan salah satu agenda kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Jepang, 23-25 Maret 2015.


“Beberapa poin penting dalam kerjasama BKPM dan JETRO adalah kerjasama untuk melakukan fasilitasi bagi investor Jepang yang ingin berinvestasi ke Indonesia,” jelasnya.

Fasilitasi tersebut, selain bentuk fasilitasi pencarian mitra bagi investor Jepang yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia, juga untuk pengusaha Indonesia yang ingin mencari mitra perusahaan Jepang.

Selain itu juga untuk mengatasi hambatan investasi yang dialami investor dalam proses realisasi investasi. Poin penting lainnya adalah JETRO akan membantu peningkatan kapasitas pegawai BKPM dalam hal memberikan pelayanan prima kepada investor.

“Saya kira peningkatan kapasitas ini penting untuk mendukung orientasi BKPM ke depan memberikan end to end service kepada investor, sejak merencanakan investasi, mengurus aplikasi perizinan dan melakukan fasilitasi ketika merealisasikan investasi hingga ke daerah. Layanan BKPM terhadap investor Jepang mulai dilakukan sejak investor masih di Jepang melalui Kantor Perwakilan BKPM di Tokyo,” jelas Franky.

Franky menambahkan poin penting lainnya dalam kerjasama antara BKPM dan JETRO adalah kesepakatan untuk kerjasama komunikasi dengan komunitas bisnis, berbagi informasi kebijakan dan pemanfaatan publikasi berkala. Hal tersebut, menurutnya, akan memperkuat penetrasi kantor perwakilan BKPM di Tokyo untuk menarik minat investor Jepang.

“Kantor perwakilan BKPM di Tokyo selama ini secara informal sudah bekerjasama dengan JETRO dalam penyelenggaraan promosi investasi. Dengan pelembagaan kerjasama ini, kantor perwakilan BKPM dapat memiliki medium yang pasti untuk menjaring minat dan mengawal komitmen investor Jepang menanamkan modal di Indonesia,” jelas Franky.


Realisasi dan Target Investasi

Data BKPM menunjukkan sepanjang periode 2010-2014 realisasi investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 12,10 Miliar. Dalam kurun waktu tersebut, Jepang selalu masuk lima besar negra yang paling banyak berinvestasi di Indonesia. Bahkan pada tahun 2013 Jepang menjadi negara terbesar dalam realisasi investasi ke Indonesia senilai US$ 4,7 Miliar.

Namun, sayangnya investasi Jepang menurun pada tahun 2014. Negeri Sakura tersebut berada di urutan kedua negara yang menanamkan modalnya di Indonesia dengan nilai investasi US$ 2,7 Miliar.

“Kami berharap kerjasama dengan JETRO dapat meningkatkan kembali investasi Jepang ke Indonesia. BKPM sendiri menargetkan realisasi investasi Jepang tahun 2015 sebesar US$ 3,42 Miliar,” pungkas Franky. (gir/gir)