“Penuntutan didasarkan pada fakta persidangan dan pasal 100 jo pasal 7 ayat 2 huruf M Undang Undang Nomor 31 Tahun 2004 jo Undang Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp 250 juta," ujar Bobby dalam keterangan pers yang diterima CNN Indonesia, dikutip Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobby menuturkan pihak penyidik Lantamal sudah berulang kali meminta saksi ahli dari pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan keterangan sekaligus masukan bagi JPU.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal MV Hai Fa ditangkap Patroli Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI-AL, ketika bersandar di Pelabuhan Wanam, Merauke, Papua pada akhir Desember 2014. Hai Fa disangkakan menangkap ikan ilegal dan berlayar tanpa berbekal SLO.
Sebelumnya tim Jaksa Peneliti menganggap berkas kasus ini sudah lengkap (P21) dan laik dimajukan ke persidangan walaupun pelanggaran yang dilakukan bersifat administratif. Berbagai fakta persidangan juga telah disampaikan oleh tim Jaksa Penuntut Umum pada Satgas perikanan yang dipimpin oleh Junus Husein saat hadir di Ambon beberapa hari yang lalu.
Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Chuck Suryosumpeno pun meminta agar seluruh pihak, termasuk Susi, agar mampu menahan diri seraya menghormati hukum dan proses peradilan yang sedang berlangsung.
"Karena seyogyanya penegakan hukum haruslah bebas dari intervensi dan tekanan dari pihak manapun," katanya dalam siaran persnya. (ags)