Meski ditopang dengan data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan laporan keuangan perusahan, perdagangan Wall Street tetap ditutup merosot 1 persen.
"Serangan ke Yaman telah menimbulkan sejumlah risiko," ujar Philip Marey analis dari Rabobank seperti dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari penyerangan terjadi yaitu Kamis (26/3), harga minyak mentah sempat naik 6 persen setelah Arab Saudi dan sembilan negara di Timur Tengah membombardir pemberontak Houthi di Yaman. Kekhawatiran terancamnya pasokan minyak mentah menyelimuti negara-negara importir.
Melonjaknya harga minyak seiring dengan kekhawatiran dari pedagang dan importir yang takut serangan Saudi ke Yaman akan menjadi perang yang meluas dan tidak bisa dikendalikan.
Sebab pemberontak Houthi didukung Iran, rival Saudi di kawasan Timur Tengah. Sementara Iran dan Saudi sama-sama anggota OPEC, organisasi internasional yang memproduksi 40 persen minyak dunia. (gen)