Dalam rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat kemarin malam (30/3), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengklaim harga keekonomian premium saat ini adalah Rp 7.944 per liter. Harga produksi tersebut lebih tinggi Rp 544 per liter dari penetapan harga jual ke masyarakat yang ditetapkan Rp 7.300 per liter mulai Sabtu (28/3).
Begitu juga dengan harga keekonomian solar yang menurut Sudirman berada di level Rp 7.846 per liter, atau lebih tinggi Rp 946 per liter dari harga ritel saat ini di Rp 6.900 per liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, pemerintah telah menginstruksikan Pertamina agar lebih akuntabel dan melakukan sejumlah efisiensi guna bisa menyiasati selisih harga.
"Tapi kami jamin tidak ada kerugian untuk Pertamina agar tak menyalahi undang-undang perseroan," kata Sudirman. (gen)