Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung melemah, laju positif Rupiah masih terjadi jelang libur panjang.
“Tampaknya sentimen dari berbalik naiknya laju harga minyak seiring turunnya cadangan minyak AS dan kekhawatiran gagalnya kesepakatan pembicaraan nuklir Iran dan lemahnya data-data AS membuat laju Dolar AS melemah sehingga memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk menguat,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Namun demkian, masih ada rilis data AS berupa klaim pengangguran yang dimungkinkan akan memberikan sentimen pada Dolar AS. Tetap cermati dan antisipasi jika terjadi potensi pembalikan arah,” jelasnya.
“Kembali munculnya ketidakpastian di Yunani yang berimbas pada pelemahan nilai Euro hingga berbalik turunnya harga minyak mentah membuat laju Dolar AS berkesempatan mengalami kenaikan. Rupiah pun kembali terkena imbas sehingga melanjutkan pelemahannya,” jelasnya.
Di hari lainnya, meski laju Euro masih melanjutkan pelemahannya seiring meningkatnya ketidakpastian di Yunani, namun laju Rupiah mampu beranjak ke zona hijau. Laju Rupiah pun mampu melampaui kekhawatiran Reza sebelumnya.
“Imbas dari meningkatnya penyerapan lelang SUN dihari sebelumnya dimana menghasilkan angka bid to cover ratio lebih besar dari lelang SUN sebelumnya memberikan imbas yang cukup positif,” katanya.
“Selain itu, rilis inflasi sebesar 0,17 persen yang lebih rendah dari perkiraan kami (0,43 persen) dan konsensus (0,19 persen) serta dibarengi dengan meningkatnya laju Yen dan Yuan seiring ekspektasi akan perbaikan ekonomi masing-masing juga turut memberikan imbas positif sehingga laju Rupiah dapat melanjutkan penguatannya,” jelas Reza. (gir)