Dengan tambahan modal tersebut, lanjut Pennes, maka total investasi BMW di Indonesia menjadi € 11,5 juta atau setara dengan Rp 212,65 miliar. Sebelumnya, BMW mengawali investasi di Indonesia sebesar € 8 juta pada tahun 2011.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perluasan investasi ini pun diharapkan juga dapat menambahkan komposisi pekerja lokal asal Indonesia. Saat ini di pabrik Sunter, kami memiliki 150 pekerja lokal termasuk manajemen dan produksi," tambahnya.
Pada tahun lalu, total produksi BMW mencapai 2.045 unit. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan produksi 17,35 persen menjadi 2.400 unit. Target tersebut tercipta setelah BMW Group Indonesia merakit BMW X5 advanced diesel di pabrik Sunter mulai bulan ini. Sebelumnya varian mobil ke-19 ini diimpor dalam bentuk Completely Build Up (CBU) dari Jerman sejak tahun lalu.
Meskipun menambah jenis mobil yang dirakit, BMW Group Indonesia belum berencana untuk memproduksi mobil secara penuh di Indonesia. Sebelumnya, Head of Corporate Communication BMW Group Indonesia Jodie O'Tania mengatakan bahwa Indonesia belum mampu membuat komponen-komponen untuk mobil premium mengingat kapasitas teknologinya belum memadai.
"Komponen mobil premium pengawasannya cukup ketat. Sangat rigid sekali standarnya," ujar Jodie di Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu. (ags/gen)