"Kami ingin menambah (kapasitas) kilang penyimpanan BBM dari 22 hari ke 30 hari. (Pasalnya) dalam RPJMN 2015 sampai 2019 telah disepakati beberapa agenda prioritas dalam rangka menguatkan ketersediaan energi primer migas dan batubara," ujar Indroyono di Jakarta, Selasa (14/4).
Yang menarik, di tengah rencana peningkatan kapasitas kilang penyimpanan BBM pemerintah juga akan menambah tujuh unit fasilitas penyimpanan dan pengolahan terapung gas alam cair atau floating storage regasification unit (FSRU) dalam lima tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan revitalisasi lapangan Arun jadi stasiun regas maka gas dari Blok Tangguh maupun yang lain dapat dipakai untuk pembangkit listrik di Aceh dan Sumatera Utara. Begitu juga dengan LNG di Bali yang dibangun FSRU untuk pembangkit listrik. Dengan upaya ini diharapkan kita makin mandiri berdaulat," kata Indroyono.
Akan tetapi, lantaran harga jual BBM jenis premium dan solar subsidi saat ini berada di bawah harga keekonomian pemerintah pun telah memakai hasil keuntungan penjualan BBM beberapa waktu guna menutupi kerugian.
"Kemarin itu keuntungan masih begitu banyak. Sekarang selisih negatifnya semakin besar jadi mungkin sekarang net-nya minus," kata Sudirman beberapa waktu lalu. (ded/ded)