"Nabati bagus untuk kita. Ini benar energi terbarukan cuman harganya yang tidak terbarukan," kata JK dalam sebuah dialog menyoal Energi Indonesia, Jakarta, Selasa (14/3).
JK mengatakan bahwa akibat kebijakan ini banyak pengusaha sawit yang berbondong-bondong ke ESDM ketika harga (sawit) turun. Menurutnya, optimalisasi penggunaan biofuel merupakan langkah serius pemerintah mengembangkan diverifikasi energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, harga BBN ini sempat menuai kritik. Ketua Dewan Energi Nasional Tumiran beranggapan pengembangan energi terbarukan terlunta-lunta akibat rendahnya sokongan politik anggaran.
Pemerintah mengestimasi, potensi penghematan subsidi yang bisa didapat dari kebijakan pencampuran BBN mencapai Rp 31,71 triliun. Kebijakan ini juga bisa mengurangi dampak pemanasan global di Indonesia. (ags/ags)