Penurunan ekspor terbesar terjadi pada komoditas migas sebesar 27,58 persen menjadi US$ 5,7 miliar dibandingkan ekspor migas kuartal I 2013 sebesar US$ 7,87 miliar. Sementara untuk ekspor non migas penurunannya lebih kecil, yaitu 8,23 persen menjadi US$ 33,42 miliar dibandingkan US$ 36,42 miliar nilai ekspor tiga bulan pertama tahun lalu.
Untuk komoditas migas, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menjelaskan meskipun pada Maret 2015 terjadi peningkatan volume ekspor minyak mentah sebesar 42,36 persen dan gas naik 7,57 persen, namun penurunan harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia menjadikan peningkatan volume tidak berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari komoditas non migas, BPS mencatat jenis barang yang paling tinggi peningkatan ekspornya adalah perhiasan atau permata sebesar 51,75 persen setara US$ 1,97 miliar dibandingkan sebelumnya US$ 1,3 miliar. Komoditas lain yang juga tinggi peningkatan ekspornya adalah besi dan baja sebesar 41,22 persen menjadi US$ 281,4 juta dibandingkan kuartal I 2014 sebesar US$ 199,3 juta.
“Selama Januari-Maret 2015, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 3,77 miliar, diikuti Jepang dengan nilai US$ 3,56 miliar, dan Tiongkok dengan US$ 3,13 miliar,” jelas Suryamin. (gen)