Selama ini menurut Susi, ruang gerak distribusi hasil perikanan seringkali terbatas akibat minimnya fasilitas infrastruktur di Indonesia. Ia menjelaskan nilai dan kualitas produk perikanan sangat dipengaruhi oleh kesegaran produk. Semakin segar ikan, maka semakin tinggi pula nilainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meyakini dengan menggunakan angkutan udara akan membantu para pengusaha hanya satu jam setengah untuk mengangkut hasil perikanan ke pasar-pasar terdekat, "kalau ada pesawat dengan daya angkut 5 ton saja akan mudah nantinya, itu lobster, udang, ikan akan sangat segar," ujarnya.
Menurut Susi, KKP sendiri akan mengajukan anggaran Kementerian lebih besar untuk tahun depan. Ia menyebut akan mengajukan anggaran sebesar Rp 20-30 triliun untuk perikanan, terutama untuk membangun infrastruktur.
"Nanti 60 persen akan ke stakeholder. Dan itu akan dibagi ke produksi dan support ke pengusaha. Mulai dari infrastruktur kapal angkut sampai infrastruktur lainnya untuk pabrik," katanya. (ded/ded)