“Hari ini adalah hari yang spesial karena kebetulan ibu saya lahir hari ini juga sama dengan Ibu Kartini,” kata Menteri Susi, mengawali ceritanya, Selasa (21/4). Sejurus kemudian air matanya meleleh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski beragama Islam, sang ibu tak jengah tinggal di komplek gereja dengan suster Katolik. Setelah mandiri, sang ibu kemudian bergabung ke Palang Merah Indonesia dan melanjutkan pendidikan di Solo, Jawa Tengah.
Susi yakin, prestasi dapat diraih baik oleh wanita maupun pria apabila sudah memiliki kemandirian serta kebebasan berpikir dan berimajinasi. “Kartini merupakan sosok nyata yang berjuang untuk tidak membiarkan kebebasannya dalam menuntut ilmu terenggut,” katanya.
“Hari Kartini saya berharap mengingatkan kita semua bahwa keterbatasan dan kungkungan itu tidak berarti tersitanya kemerdekaan kita untuk tetap maju ke depan dan membawa perubahan,” ujarnya melanjutkan.
Kegiatan pemberantasan illegal fishing yang selama ini dilakukan KKP pun berlandaskan pada semangat kemandirian dan kemerdekaan yang berdaulat. Oleh karena itu, Susi mengajak seluruh pegawainya untuk tak henti memberantas praktik illegal fishing sekaligus senantiasa menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia. (ded/ded)