Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito mengatakan potensi Rp 100 triliun tersebut didapat dari orang-orang kaya yang selama ini diketahui menyimpan uangnya di luar negeri.
"Kalau enggak dapat priority enggak menarik," kata Sigit di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk bisa mendapatkan tax amnesty syaratnya adalah, wajib pajak harus membayar tebusan sebesar 10 persen dari total dana.
Dalam mengincar dana tersebut, DJP akan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk teknis implementasinya. Sigit juga menjamin kerahasiaan data dari individu para wajib pajak.
"Pasti dong, akan dirahasiakan. Karena sebetulnya ini sukarela, kami juga menawarkan ada pembebasan pidana umum yang bukan ranah pajak," ujar Sigit.
Terkait waktu penerapan tax amnesty Sigit menyebut bisa dilaksanakan September tahun ini. “Diusahakan tahun ini," katanya. (gen)