Produsen Beras akan Diwajibkan Pasang Nomor Pendaftaran Merek

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2015 17:52 WIB
Kementerian Perdagangan sedang merancang aturan untuk mengawasi peredaran beras. Produsen bakal diminta melaporkan merek berasnya. Perdagangan beras di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan akan menginstruksikan seluruh produsen beras untuk melaporkan merek berasnya. Produsen yang merek berasnya telah terdaftar di Kemendag nantinya akan mendapatkan nomor pendaftaran di kemasan berasnya. Hal tersebut akan mempermudah Kemendag untuk mengawasi peredaran beras.

“Dari nomor pendaftaran ini nanti terdeteksi nomor ini benar enggak mereknya ini karena bisa saja terjadi orang menggiling (beras) sendiri kemudian dia mengikuti nomor merek beras yang sudah terdaftar (di Kemendag) atau juga isi berasnya tidak sesuai dengan keterangan labelnya,” kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Widodo di kantornya, Jumat (22/5).

Tidak dapat dipungkiri, kasus ditemukannya beras yang diduga terbuat dari plastik di Pasar Mutiara Gading, Kota Bekasi, menjadi penyebab adanya pengetatan mekanisme peredaran beras ke depan.

“Pokoknya kita upayakan dengan adanya pendaftaran (merek) beras itu bisa tertelusur asalnya beras dari mana. Kedua, kalau dia dioplos dia harus mencantumkan berasnya apa,” kata Widodo.

Selain itu, Widodo menegaskan, nomor pendaftaran yang diperoleh oleh produsen beras tersebut berbeda dengan pendaftaran merek dagang yang menjadi wewenang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“(Aturan) ini perlu dikomunikasikan dengan instansi terkait, terutama dengan Kementerian Hukum dan HAM. Jangan sampai ada kesan bahwa ini pendaftaran merek karena pendaftaran merek adanya di Kementerian Hukum dan HAM,” ujarnya.

Nantinya, ketentuan tersebut akan tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait peredaran beras yang saat ini tengah disusun dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

“Target selesainya, pokoknya Pak Menteri (Menteri Perdagangan) Rachmat Gobel minta secepatnya,” kata Widodo.


(ded/ded)