Teten Masduki, Anggota Tim Komunikasi Presiden menyebutkan instruksi pertama Jokowi adalah menjaga persediaan pangan mencukupi dan harga jualnya terjangkau di pasar. Kedua, menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan.
"Menindak tegas penimbun BBM dan kebutuhan bahan pokok," ujar Teten melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perintah berikutnya adalah menjaga agar inflasi ekstrem tidak terjadi selama Ramadhan dan Idul Fitri. "Caranya, tentu dengan memantau harga kebutuhan pokok seperti beras, daging, telur, cabai, bawang, dan sayuran," katanya.
Ketujuh, Jokowi meminta distribusi beras untuk rakyat miskin (Raskin) pada Juni 2015 dijamin kelancaran serta kelaikannya. Terakhir, presiden meminta percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pembentukan Tim Keamanan Pangan.
"Saya minta pemerintah cepat dan tanggap dalam menangani setiap pergerakan kenaikan, karena kalau kita lihat bulan Mei kemarin inflasinya sangat tinggi, 0,5 persen," kata dia.
Oleh sebab itu, ia berharap Perum Bulog dan kementerian terkait dapat menangani masalah ini. Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menginstruksikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menindak tegas siapapun yang menimbun bahan bakar minyak (BBM) maupun kebutuhan pokok.
"Betul-betul jangan diberikan ruang," kata dia tegas. (ags/ded)