Sambut Puasa, Jokowi Rilis 8 Instruksi Stabilisasi Harga

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2015 19:35 WIB
Presiden Jokowi menginstruksikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menindak tegas  para penimbun BBM dan kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran. Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin jalannya rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/5). (Antara Foto/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan delapan instruksi kepada para pembantunya di Kabinet Kerja guna memastikan pasokan bahan pangan aman selama Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H. Paket instruksi tersebut disampaikan pada rapat terbatas di Istana Negara, Rabu (3/6).

Teten Masduki, Anggota Tim Komunikasi Presiden menyebutkan instruksi pertama Jokowi adalah menjaga persediaan pangan mencukupi dan harga jualnya terjangkau di pasar. Kedua, menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan.

"Menindak tegas penimbun BBM dan kebutuhan bahan pokok," ujar Teten melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/6).


Instruksi keempat adalah menjaga kelancaran arus distribusi dengan memprioritaskan kendaraan pengangkut logistik dan memberantas pungutan liar.

Perintah berikutnya adalah menjaga agar inflasi ekstrem tidak terjadi selama Ramadhan dan Idul Fitri. "Caranya, tentu dengan memantau harga kebutuhan pokok seperti beras, daging, telur, cabai, bawang, dan sayuran," katanya.

Presiden Jokowi, kata Teten, juga meminta kementerian terkait untuk menjadikan kebijakan impor sebagai solusi terakhir. Untuk itu, penyerapan hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan lokal harus diutamakan.

Ketujuh, Jokowi meminta distribusi beras untuk rakyat miskin (Raskin) pada Juni 2015 dijamin kelancaran serta kelaikannya. Terakhir, presiden meminta percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pembentukan Tim Keamanan Pangan.

Sebelumnya, Jokowi mengingatkan para pembantunya bahwa gejolak harga dan ketersediaan pangan merupakan isu paling krusial setiap tahunnya.

"Saya minta pemerintah cepat dan tanggap dalam menangani setiap pergerakan kenaikan, karena kalau kita lihat bulan Mei kemarin inflasinya sangat tinggi, 0,5 persen," kata dia.

Oleh sebab itu, ia berharap Perum Bulog dan kementerian terkait dapat menangani masalah ini. Selain itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menginstruksikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menindak tegas siapapun yang menimbun bahan bakar minyak (BBM) maupun kebutuhan pokok.

"Betul-betul jangan diberikan ruang," kata dia tegas. (ags/ded)