Stabilisasi Harga jadi Alasan Mendag Impor Cabai dan Bawang

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2015 20:47 WIB
Rahmat Gobel tetap membuka keran impor meskipun Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar impor jadi solusi akhir pengendalian pasokan dan harga pangan. Menteri Perdagangan rahmat gobel. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Rahmat Gobel menegaskan pemerintah akan membuka keran impor untuk cabai dan bawang merah guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H. Langkah ini diharapkan bisa menjamin kecukupan pasokan dan menstabilkan harga jual kedua bahan pangan tersebut di dalam negeri.

"Untuk bawang merah dan cabai ada kenaikan harga (pada Mei), tapi pemerintah siap untuk melakukan impor untuk mengendalikan naiknya harga cabai dan bawang merah," ujar Rahmat usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Rabu (3/6).

Menurut Rahmat, meskipun masa panen masih berlangsung di sejumlah daerah, tetapi hasil produksi petani lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Namun, kuota impor cabai dan bawang merah masih perlu dihitung dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi produksi dalam negeri.  


"Cabai, bawang merah adalah produksi musiman. Kalau dilihat setahun produksi cukup, karena kebutuhan puasa ada kemungkinan ada short supply," kata dia.

Rahmat berdalih kebijakan impor ini disiapkan untuk menghindari terulangnya lonjakan harga cabai hingga menembus Rp 130 ribu per kilo graM seperti yang terjadi pada tahun lalu.

"Beberapa daerah naik turun. Sedang dipantau dan sedang dilakukan koordinasi dengan asosiasi gula, makanan dan minuman, dan tepung. Bahkan beberapa jenis produk sudah turun," ujar dia.

Sementara itu, beberapa menit sebelumnya Presiden Joko Widodo mengeluarkan delapan instruksi stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang puasa dan lebaran. Salah satu instruksinya adalah menjadikan impor sebagai solusi paling akhir dari pengendalian harga. (ags/ags)