Seperti diutarakan oleh Kepala BKPM Franky Sibarani, nilai 100 proyek ini baru mencakup 5,5 persen dari total proyek yang ingin segera dipercepat oleh BKPM dengan total Rp 4.000 triliun. Dari angka tersebut, BKPM akan terus mengejar investor asal Asia, karena nilai investasi tersebut mencapai 24,45 persen dari total nilai proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franky juga menambahkan, bahwa porsi terbesar dari total proyek sebesar Rp 219,6 triliun tersebut bergerak di sektor industri manufaktur dengan total nilai sebesar Rp 145,53 triliun dan total proyek sebesar 64, atau sebesar 66,27 persen dari total nilai investasi yang menjadi prioritas. Disusul oleh sektor pembangkit tenaga listrik sebanyak 14 proyek dengan nilai Rp 44,08 triliun.
Nantinya, investasi ini diharapkan dapat menyerap 65 ribu tenaga kerja langsung dan bisa memiliki multiplier effect hingga 240 ribu tenaga kerja sejak masa konstruksi hingga tenaga kerja tidak langsung. Sehingga secara total proyek-proyek ini bisa menyerap tenga kerja hingga 300 ribu orang.
"Dengan adanya langkah ini, BKPM berharap perekonomian dapat terus tumbuh dan bergerak,” ujar Franky. (ded/ded)