Pada seminar ISES tersebut, JK menyinggung berbagai permasalah energi, mulai dari kelangkaan, biaya produksi yang mahal, hingga persoalan geopolitik di Timur Tengah.
"Berbicara energi berarti juga berbicara masa depan," kata Wapres, Rabu (10/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bicara soal nuklir, kata JK, belakangan ini menjadi sumber masalah di Timur Tengah. Sumber energi berbahaya ini dinilai JK tak mungkin diterapkan atau dipakai oleh Indonesia yang rawan akan bencana.
Setelah JK turun dari mimbar, giliran Sri Mulyani didaulat sebagai pembicara utama. Direktur Pelaksana Bank Dunia menyampaikan pemikirannya soal pentingnya energi dan permasalahan yang timbul secara global untuk mendapatkannya.
Sebelumnya, kedua mantan pembantu Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat berseteru ini lebih dulu berjumpa di seminar Green Infrastructure Summit di Jakarta, Selasa (9/6). Dalam dua agenda besar itu, masing-masing tak banyak berbicara satu sama lain. (ags)