Polandia Sesumbar Mampu Atasi Kemacetan Jakarta

Ranny Virginia Utami, CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2015 01:15 WIB
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Dian Triansyah Djani, Dubes Warsawa Peter F. Gontha, Ketua KADIN Indonesia Suryo Bambang Sulisto dan Presiden Alstom Transport Poland Leslaw Kuzaj di kota Chorzow, Polandia (16/06). (Dok. Kementerian Luar Negeri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemacetan di Jakarta yang sudah melegenda terdengar sampai Polandia. Untuk membantu mengatasi kemacetan tersebut, Polandia siap memberikan solusi dan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

“Dengan teknologi yang dimiliki, kami siap membantu mengatasi masalah transportasi di Indonesia” kata Leslaw Kuzaj, Presiden Alstom Transport Poland dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Dian Triansyah Djani di Chorzow, Polandia (16/6).

Dikutip melalui keterangan pers, Kuzaj menyebut Alstom siap berinvestasi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang perkeretaapian serta membantu meningkatkan kualitas produk komponen perkeretaapian Indonesia sesuai standar internasional dan dapat menjadi bagian dari global supply chain Alstom.


Menindaklanjuti tawaran tersebut, Djani mengatakan Alstom merupakan perusahaan yang konsisten mengembangkan sistem transportasi kereta perkotaan yang memiliki keunggulan masa konstruksi lebih cepat dan biaya lebih kompetitif.

“Kami akan undang Polandia untuk berpartisipasi mengatasi kemacetan di Jakarta, terutama dari Bandara Soekarno-Hatta ke pusat kota”, ujar Djani.

Sementara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto optimistis Indonesia dan Polandia bisa mengembangkan kerjasama tidak hanya terbatas pada sektor transportasi.

“Kadin Polandia bahkan telah membentuk Komite Indonesia-Polandia yang diketuai oleh Jerzy Drozdz yang mencerminkan minat tinggi pengusaha Polandia terhadap Indonesia”, kata Suryo.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Polandia Peter F. Gontha mendukung penuh pengembangan kerjasama antar pelaku bisnis kedua negara. Pengusaha Polandia menurut Peter membuka diri untuk menerima staf Kedutaan Besar yang ingin menawarkan peluang investasi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi Polandia di Indonesia tahun lalu sebesar US$ 6,4 juta.

“Sejumlah pengusaha Polandia menaruh minat kerja sama dengan Indonesia, khususnya di bidang pertanian dan dairy product, peralatan kesehatan dan energi,” ujar Peter.

Selain itu, untuk memanfaatkan dan pengembangan peluang kerja sama di bidang pariwisata, serta mendorong lebih banyak turis Polandia berkunjung ke Indonesia, Djani bertemu dengan para pengusaha perjalanan wisata Polandia.

“Warga Polandia mudah berkunjung ke Indonesia. Pada 9 Juni 2015 Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden tentang Bebas Visa Kunjungan bagi 45 negara, termasuk Polandia”, kata Djani. (gen)