Hal itu disampaikannya dalam rapat terbatas tentang raskin di kantor Presiden. Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengingatkan, bahwa penyaluran Raskin ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial bagi masyarakat.
Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Staf Kepresidenan Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Mentan Amran Sulaiman, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengaku mendapatkan beberapa laporan mengenai permasalahan raskin, terutama yang berkaitan dengan pagu alokasi beras yang disediakan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga sasaran yang tercatat di kelurahan.
Selain itu, ia juga menyoroti data penerima raskin yang tidak sinkron, yang mengakibatkan mekanisme penyaluran baik di tingkat distribusi, titik bagi, maupun di rumah tangga sasaran. “Itu sekali lagi harus kita perbaiki,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan soal keterlambatan penyaluran raskin yang dialami oleh daerah tertentu. Menurutnya hal itu mungkin bisa disebabkan kondisi geografis atau kondisi jalan dan kondisi jarak tempuh, tetapi Jokowi mengingatkan bahwa hal itu juga harus diperbaiki.
Sementara mengenai kualitas beras, Jokowi menegaskan agar kualitas beras harus betul-betul sebuah kualitas yang baik. “Jangan sampai namanya raskin, berasnya hitam seperti yang saya lihat, dan ada kutu,” perintahnya. (gir/gir)