Jokowi Perintahkan Jajarannya Perbaiki Program Raskin

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Senin, 22/06/2015 22:34 WIB
Jokowi Perintahkan Jajarannya Perbaiki Program Raskin Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara peninjauan penyaluran serentak beras miskin (raskin) dan operasi pasar tahun 2015 di Gudang Perum Bulog, Jakarta Utara, Rabu, 25 Februari 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya untuk memperbaiki dan menyempurnakan mekanisme penyerahan Beras Untuk Keluarga Miskin (raskin). Jokowi juga memerintahkan Raskin sampai pada yang berhak, dan dalam kondisi yang layak konsumsi.

Hal itu disampaikannya dalam rapat terbatas tentang raskin di kantor Presiden. Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengingatkan, bahwa penyaluran Raskin ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial bagi masyarakat.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Staf Kepresidenan Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Mentan Amran Sulaiman, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.


“Yang lalu kita lihat memang buruk, saya enggak tahu. Stoknya mudah-mudahan sudah habis, yang hitam berkutu, berjamur, yang tidak layak dikonsumsi betul-betul sudah nggak ada lagi. Habis dan berganti dengan stok baru yang kita beli, dan kita harapkan kualitas ke depan bisa jauh lebih baik lagi,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (22/6).

Jokowi mengaku mendapatkan beberapa laporan mengenai permasalahan raskin, terutama yang berkaitan dengan pagu alokasi beras yang disediakan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga sasaran yang tercatat di kelurahan.

“Ini saya kira sudah berjalan enggak cuma setahun dua tahun, masih ada masalah di sini yang perlu diperbaiki,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti data penerima raskin yang tidak sinkron, yang mengakibatkan mekanisme penyaluran baik di tingkat distribusi, titik bagi, maupun di rumah tangga sasaran. “Itu sekali lagi harus kita perbaiki,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan soal keterlambatan penyaluran raskin yang dialami oleh daerah tertentu. Menurutnya hal itu mungkin bisa disebabkan kondisi geografis atau kondisi jalan dan kondisi jarak tempuh, tetapi Jokowi mengingatkan bahwa hal itu juga harus diperbaiki.

“Juga masih kita jumpai satu, dua, tiga, empat rumah tangga sasaran yang sudah masuk dalam kategori mampu tapi masih juga menerima dalam pembagian raskin. Ini juga harus mulai diteliti dan dievaluasi ulang,” papar Jokowi.

Sementara mengenai kualitas beras, Jokowi menegaskan agar kualitas beras harus betul-betul sebuah kualitas yang baik. “Jangan sampai namanya raskin, berasnya hitam seperti yang saya lihat, dan ada kutu,” perintahnya. (gir/gir)