Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memperkirakan negara hanya akan menerima pendapatan sebesar Rp 1.649,8 triliun hingga akhir tahun, sehingga secara persentase penerimaan hanya mampu mencapai 94 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015.
Dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (1/7) petang, Bambang menjelaskan pemasukan pendapatan masih ditopang oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.367 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga ada selisih kekurangan dana sebesar Rp 260 triliun untuk membiayai anggaran pemerintah.
"Dengan Rp 260 triliun defisit, perlu ada penambahan Rp 38 triliun yang nantinya akan diupayakan dari pinjaman yang bersifat multilateral dan bilateral. Kami tidak akan menerbitkan SUN tambahan," katanya.
"Ini lagi dalam negosiasi, ini bukan cuma World Bank saja. Tapi yang paling besar World Bank sepertinya, peruntukkannya bukan karena pelebaran defisit, tapi akan mengurangi SUN dalam bentuk rupiah dan menjaga utang," ujarnya beberapa waktu lalu. (gen)