Menurut JK, perlambatan ekonomi yang terjadi sampai tengah tahun ini sebagian besar dipengaruhi faktor eksternal, yakni kondisi ekonomi global yang masih anjlok.
"Jadi memang kuartal kedua ini baru mulai proyek-proyek, kemudian suasana ekonomi dunia memang melemah," kata JK di kantornya, Jakarta, Kamis (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan segala upaya yang dilakukan, kita masih beruntung dibanding banyak negara-negara yang tak bisa mencapai angka itu. Tapi memang masih dibawah target kita," kata JK.
Usaha yang dimaksud selain mempercepat belanja pemerintah ialah dengan meningkatkan produktivitas, menciptakan situasi kondusif politik, hukum, dan keamanan yang mampu menyediakan atmosfir terutama untuk meningkatkan investasi.
Anti Revisi Target
JK juga mengatakan tak akan ada revisi target pertumbuhan ekonomi karena dirinya yakin akan mencapai angka 5,1 persen pada Oktober nanti.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2015 sebesar 4,67 persen. Adapun pertumbuh ekonomi semester I 2015 sebesar 4,7 persen. (gen)