Satu diantaranya dengan kembali menumbuhkan kepercayaan investor melalui kebijakan-kebijakan pemerintah yang dapat diterima pemodal asing.
Oleh karenanya, Darmin menegaskan masyarakat Indonesia harus memaklumi masuknya investasi asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS), yang pada akhirnya akan menekan nilai tukar Rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terkesan sederahana, Darmin menilai upaya meningkatkan kepercayaan pasar saat ini bukanlah hal yang mudah dilakukan. Terlebih ketika saat ini perekonomian Indonesia mendapati tekanan dari melambatnya pertumbuhan ekonomi yang menjadi sentimen negatif dari sisi internal.
Sementara untuk sentimen eksternal, berasal dari rencana penaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan terjadi di semester II 2015.
Alhasil, mantan Gubernur BI ini memprediksi lantaran terhimpit dua masalah tadi terhadap Rupiah masih akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
"Apa yang berlangsung di AS tidak sekali naik langsung selesai semua masalah. Dia pasti akan naik beberapa kali. Maka tekanannya akan muncul beberapa kali," ujar Darmin.
Berangkat dari hal itu, pemerintah menurut Darmin harus gencar membuka peluang agar investor asing masuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Kalau capital inflow-nya masuk banyak dolar masuk, maka tekanannya akan cepat reda," ujarnya.
(dim/dim)
Alhasil, mantan Gubernur BI ini memprediksi lantaran terhimpit dua masalah tadi terhadap Rupiah masih akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
"Apa yang berlangsung di AS tidak sekali naik langsung selesai semua masalah. Dia pasti akan naik beberapa kali. Maka tekanannya akan muncul beberapa kali," ujar Darmin.
"Kalau capital inflow-nya masuk banyak dolar masuk, maka tekanannya akan cepat reda," ujarnya.