"Kita sudah sampaikan hal itu ke hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa saat yang lalu dan keinginan pemerintah adalah tetap memiliki porsi 60 persen saham. Jadi kalau mau tetap seperti itu, ya sudah harus siapkan dana mulai dari sekarang," jelas Direktur Keuangan Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo di selepas menghadiri acara di Malang, Jumat (11/9).
Rights issue tersebut rencananya merupakan bagian dari bank pelat merah itu untuk menambah dana menjadi sebesar Rp 247 triliun hingga tahun 2020. Dengan demikian, perusahaan membutuhkan tambahan Rp 57 triliun, atau 30 persen dari jumlah modal perseroan saat ini yang sebesar Rp 190 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, sebelumnya Bank Mandiri telah melakukan rights issue pada tahun 2011 sebesar US$ 1,3 miliar, atau sebesar Rp 13 triliun sesuai dengan kurs saat itu. Akibat kejadian itu, porsi saham pemerintah di Bank Mandiri turun dari 66,73 persen ke angka 60 persen.
Namun, belum diketahui apakah pemerintah masih akan terus mengurangi jatah PMN di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiga tahun mendatang mengingat jatah PMN pada RAPBN tahun akan dipangkas menjadi Rp 39,42 triliun dari angka Rp 64,88 triliun pada APBNP tahun ini. (gir/gir)