Sudirman mengatakan selama 10 tahun terakhir nilai subsidi energi untuk bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan listrik mencapai Rp 2.060 triliun. Dalam catatan Sudirman, angka itu bertambah besar Rp 1.340 triliun selama lima tahun belakangan.
"Tapi dengan perubahan pola kebijakan subsidi maka dalam lima tahun ke depan subsidi energi turun 53 persen menjadi Rp 704 triliun," ujar Sudirman di kantornya, Senin (28/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kita kekurangan infrastruktur, dengan alokasi anggaran ini kami harapkan ada peningkatan akses masyarakat pada sektor energi," ujar Sudirman.
"Keterbatasan kapasita penyimpanan terutama di wilayah Timur Indonesia, penambahan infrastruktur untuk program konversi BBM ke BBG masih sangat lambat," katanya.
Ia menyebut rencana penambahan kilang baru dan penyelesaian Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina bisa menjadi roda penggerak pengembangan infrastruktur energi.
RDMP sendiri akan memberi tambahan kapasitas kilang 1,3 juta barel per hari (bph) hingga 2025. (gen)