Senada, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat sebesar 143 poin (0,98 persen) ke Rp 14.503 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp 14.488-Rp 14.652 per dolar AS.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan bursa Asia ditutup mayoritas menguat merespon data tenaga kerja di AS yang di bawah ekspetasi, sehingga kekuatan ekonomi AS kembali dipertanyakan menyambut perlu atau tidaknya penaikan biaya pinjaman atau suku bunga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, bursa saham di Eropa pun dibuka bergairah dengan penguatan cukup tinggi rata-rata hingga 3 persen. Penguatan ini akibat data ekonomi di AS yang dirilis masih dibawah ekspetasi sehingga investor berspekulasi The Fed akan kehilangan alasan untuk menaikkan suku bunga tahun ini.
Mandiri Sekuritas mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp 5,59 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 4,42 triliun dan transaksi negosiasi Rp 1,16 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 390,84 miliar.
Saham di sektor industri dasar yang paling menguat adalah PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW, Rp 80) yang naik 23,08 persen dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR, Rp 10.050) yang naik 10,44 persen.
Di sektor keuangan, saham yang paling terapresiasi adalah PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT, Rp 150) sebesar 14,5 persen dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, Rp 8.200) sebesar 6,84 persen.
Dari Asia, mayoritas indeks saham menguat. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 1,58 persen, indeks Kospi di Korsel yang menguat sebesar 0,44 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terapresiasi sebesar 1,62 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik 2 persen, DAX di Jerman menguat 2,19 persen, dan CAC di Perancis terapresiasi 3 persen.