BKF: Waspadai Gejolak Keuangan Meski Rupiah Menguat Hari Ini

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2015 16:00 WIB
BKF: Waspadai Gejolak Keuangan Meski Rupiah Menguat Hari Ini Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara,
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengingatkan gejolak keuangan masih mungkin terjadi meski nilai tukar rupiah menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Selasa (6/10).

Reuters mencatat, rupiah sempat menembus level Rp14.170 per dolar AS sebelum bertengger di angka Rp14.230 pada sesi pertama.

"Jadi ini merupakan berita positif di pasar. Lagi-lagi ini tanda bagaimanapun juga pengaruh dari regional itu ada," ujar Kepala BKF Suahasil Nazara saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/10).


Namun, Suahasil mengingatkan gejolak keuangan masih bisa terjadi jika Bank Sentral AS jadi menaikan suku bunganya di akhir tahun ini. Oleh sebab itu, dia mengatakan pemerintah dan Bank Indonesia harus tetap menjaga sentimen agar rupiah tetap menguat.

Menurutnya, dukungan kebijakan seperti stimulus dan insentif kepada sektor riil diyakini ampuh menjaga daya beli masyarakat dan industri dari dampak pelemahan rupiah.

"Ya ini dengan berbagai kebijakan utk perbaiki situasi, insentif dunia usaha, perbaiki pendapatan, daya beli,  itu semua usahanya. Menyerap anggaran tepat waktu juga stimulus," lanjutnya.

Seperti dikutip Reuters, kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (6/10) menyusul rilis data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam untuk September lebih buruk dari yang diperkirakan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penciptaan lapangan kerja pada September 2015 sebanyak 142 ribu, lebih rendah dari proyeksi 203 ribu. Angka tersebut juga turun dari realisasi bulan sebelumnya, Agustus, yang mencapai 136 ribu.

Sepanjang tahun ini, pertumbuhan lapangan pekerjaan di AS rata-rata 198 ribu per bulan, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata bulanan tahun lalu yang mencapai 260 ribu.

Tingkat pengangguran di AS bertahan di 5,1 persen pada bulan lalu. Sepanjang tahun ini, tingkat pengangguran di AS telah turun 0,8 persen atau jumlah pengangguran berkurang sebanyak 1,3 juta orang. (ags/ags)