Reuters mencatat, rupiah sempat menembus level Rp14.170 per dolar AS sebelum bertengger di angka Rp14.230 pada sesi pertama.
"Jadi ini merupakan berita positif di pasar. Lagi-lagi ini tanda bagaimanapun juga pengaruh dari regional itu ada," ujar Kepala BKF Suahasil Nazara saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dukungan kebijakan seperti stimulus dan insentif kepada sektor riil diyakini ampuh menjaga daya beli masyarakat dan industri dari dampak pelemahan rupiah.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penciptaan lapangan kerja pada September 2015 sebanyak 142 ribu, lebih rendah dari proyeksi 203 ribu. Angka tersebut juga turun dari realisasi bulan sebelumnya, Agustus, yang mencapai 136 ribu.
Sepanjang tahun ini, pertumbuhan lapangan pekerjaan di AS rata-rata 198 ribu per bulan, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata bulanan tahun lalu yang mencapai 260 ribu.
Tingkat pengangguran di AS bertahan di 5,1 persen pada bulan lalu. Sepanjang tahun ini, tingkat pengangguran di AS telah turun 0,8 persen atau jumlah pengangguran berkurang sebanyak 1,3 juta orang. (ags)