Irhoan Tanudiredja, Senior Partner PwC Indonesia menjelaskan, perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu terjadi seiring dengan upaya otoritas setempat mengatasi gelembung (bubble) pasar properti yang selama ini digerakkan oleh utang. Berdasarkan pengalaman, lanjutnya, aspek kebijakan ini tidak mudah untuk dilakukan dan diyakini akan memakan waktu yang tidak singkat.
"Pertumbuhan gelembung pasar properti dimulai sekitar tujuh tahun yang lalu, sebagian sebagai reaksi terhadap krisis keuangan juga telah meningkatkan urbanisasi," ujar Irhoan melalui keterangan tertulis, Senin 919/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini terdapat kekhawatiran bahwa perlambatan tajam dapat kembali memicu tahapan krisis keuangan global," kata Irhoan.
"Hanya dalam kurun waktu yang relatif singkat, Tiongkok menjadi pengimpor terbesar bijih besi, baja dan bahan bangunan siap saji di dunia. Secara mengagumkan, Tiongkok juga berhasil mengkontribusikan sekitar sepertiga pertumbuhan kapasitas jalur kereta di dunia sejak tahun 2008," jelasnya memaparkan.
Pemburukan ekonomi China, menurut Boxshall, sangat serius dan tidak boleh diremehkan meskipun memiliki cadangan devisa dan ruang fiskal yang cukup besar.