Pernyataan Yi Gang, wakil gubernur Bank Sentral China, tampaknya bertujuan untuk meyakinkan investor bahwa tingkat pertumbuhan - angka pertumbuhan paling lambat negara itu dalam dua dekade meski tetap lebih tinggai dibanding negara ekonom besar lain - ini adalah situasi “normal baru” bagi perekonomian China.
“Pertumbuhan ekonomi masa depan China akan tetap relatif lebih kuat. Sekitar tujuh, enam koma sekian - ini akan menjadi hal yang sangat normal,” kata Yi Gang di Beijing pada Sabtu (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yi Gang juga mengatakan, China akan mengurangi persyaratan rasio cadangan dana - jumlah dana tunai yang harus dimiliki bank besar - di masa depan dalam kecepatan “yang normal”.
Wakil Gubernur Bank Sentral ini juga mengatakan pihaknya berencana mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada tingkat yang masuk akal untuk mengurangi beban hutang perusahaan, dan mencatat bahwa liberalisasi suku bunga bukan berarti bank sentral akan mengurangi regulasi bunga.
Data yang dirilis pada Senin (19/10) menunjukkan perekonomian negara itu tumbuh 6,9 persen antara Juli dan September, dan mencapai tingkat di bawah 7 persen untuk pertama kali sejak krisis finansial global.
Yi Gang mencatat bursa China, yang anjlok sejak Juni, telah menyelesaikan masa koreksi dan mata uang yuan yang dilindungi setelah devaluasi awal Agustus lalu, sudah stabil. (yns)