Induk Perusahaan RAPP Bantah Tuduhan Bakar Hutan

Deddy Sinaga, CNN Indonesia | Rabu, 04/11/2015 23:15 WIB
Induk Perusahaan RAPP Bantah Tuduhan Bakar Hutan Direktur Royal Golden Eagle Anderson Tanoto. (CNN Indonesia/Deddy Sinaga)
Singapura, CNN Indonesia --
Royal Garden Eagle (RGE), induk perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menepis tudingan bahwa perusahaan itu terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan. Menurut mereka, sebagai perusahaan kertas yang bahan bakunya dari kayu, tak mungkin mereka membakar kayunya sendiri.

“Tidak mungkin kami membakar kayu yang kami hargai,” kata Anderson Tanoto, Direktur RGE, kepada wartawan di Singapura, Rabu (4/11). “Untuk menyediakan 1.000-2.000 hektare lahan harus membakar, itu tidak masuk akal.”

Anderson menambahkan, untuk perkebunan sawit, pihaknya sendiri tak ekspansif selama 10 tahun terakhir. Total lahan perusahaan itu adalah 160 ribu hektare, di mana 100 ribu hektare adalah lahan perusahaan inti dan 60 ribu lagi lahan petani plasma dan swadaya.
Solusi untuk masalah kebakaran, menurut Anderson, tak bisa dengan melakukan hal lain, seperti membuat kanal-kanal. Adapun pelaku pembakaran, baik oknum atau perusahaan, harus ditangkap dan tidak diberi ampun.

“Berikan alternatif bagi mereka yang punya lahan resmi untuk tidak membakar, misalnya membuka lahan secara mekanikal, kalau tidak ada alternatif, kita enggak bisa paksa untuk enggak membakar,” katanya.

Sebelumnya, pada September lalu, muncul tudingan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) perihal keterlibatan sejumlah perusahaan dalam kebakaran hutan dan lahan yang dahsyat di Provinsi Riau.


Sementara untuk kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini, menurut data Mabes Polri, sudah ada 247 tersangka pembakar hutan. Terdiri dari 230 tersangka perorangan dan 17 tersangka korporasi.

Tapi polisi dan pemerintah tak mau mengungkapkan nama perusahaan-perusahaan yang terlibat itu sekarang. Rencananya, pengungkapannya akan dilakukan pada bulan depan.
(sur/sur)