Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Hutapea meyakini target investasi tahun ini sebesar Rp 519,5 triliun bakal terlampaui. Pasalnya, hingga akhir kuartal III 2015, aktivitas penanaman modal yang telah terealisasi mencapai Rp 400 triliun atau naik 16,7 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp 342 triliun. Angka tersebut sudah mencapai 77 persen dari target.
"Untuk tahun depan, kami targetkan bisa Rp600 triliun," ujarnya di Surabaya, Selasa (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kepala BKPM Franky Sibarani optimistis prospek investasi Indonesia ke depan akan lebih baik. Menurutnya, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai paket kebijakan yang memberikan kemudahan pada investor.
BKPM, lanjutnya, juga mulai melaksanakan layanan izin investasi tiga jam ditambah dengan layanan "blocking" tanah tiga jam sejak 26 Oktober 2015. Izin investasi tiga jam diklaimnya sebagai terobosan BKPM untuk meningkatkan realisasi investasi di Indonesia.
Layanan investasi tiga jam adalah pemberian izin prinsip dengan kriteria tertentu yang diproses dalam satu paket dengan penerbitan akta pendirian perusahaan dan pengesahan Kementerian Hukum dan HAM, NPWP, serta informasi ketersediaan tanah (blocking tanah) dalam waktu tiga jam.
Kriteria investasi yang dapat memanfaatkan layanan tersebut adalah bernilai minimal Rp100 miliar dan atau menggunakan tenaga kerja Indonesia di atas 1.000 orang. (antara)