Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan dalam perpanjangan kontrak tersebut, porsi bagi hasil pemerintah semakin besar.
Untuk bagi hasil minyak bumi, pemerintah akan mendapatkan 82,5 persen dari porsi awal 80 persen. Sedangkan untuk bagi hasil gas bumi, pemerintah akan mendapat bagian 72 persen dari posisi sebelumnya 70 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi yang akan dibenamkan EMP memiliki total nilai US$ 23,1 juta yang nantinya digelontorkan selama tiga tahun ke depan.
Sayangnya, Wiratmaja tak memberitahu secara lebih detil mengenai tambahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Migas akibat penambahan porsi pemerintah di dalam PSC baru ini di tahun depan. "Kami masih kaji lagi," katanya singkat.
Sebagai informasi, tahun ini pemerintah menargetkan PNBP Migas sebesar Rp 81,4 triliun, atau memiliki proporsi 30,25 persen dari PNBP sebanyak Rp 269,1 triliun sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) 2015.
Sedangkan tahun depan, pemerintah menargetkan PNBP migas sebesar Rp 78,61 triliun dari target PNBP APBN 2016 sebesar Rp 273,84 triliun. Angka itu mengambil porsi sebanyak 28,7 persen dari total PNBP.
Kas Internal
Melengkapi ucapan Wiratmaja, Direktur Utama EMP Imam Agustino mengatakan kalau seluruh investasi tersebut akan menggunakan kas internal perusahaan dan akan segera digelontorkan 26 November 2015 mendatang. Bahkan, ia pun yakin kalau investasi-ivestasi ini akan berdampak baik bagi produksi EMP.
"Untuk perusahaan seperti EMP, blok Gebang cukup baik untuk dikembangkan. Prospek cukup bagus. Di luar pengembangan-pengembangan berikutnya, kami yakin produksi gas existing dari blok ini bisa mencapai 30 juta kaki kubik di kuartal II 2017 dari posisi sekarang 3 juta kaki kubik," ujarnya.
"100 persen akan dikelola oleh EMP," jelasnya.
Sebagai informasi, blok Gebang memiliki luas 977,51 kilometer persegi yang berisikan tiga lapangan yaitu Anggor, Arbei, dan Secanggeng. PSC pertama diteken pada 1985 dengan masa kontrak 30 tahun, dimana produksi pertama di lapangan Arbei dilakukan pada 1992.
Hingga saat ini, cadangan minyak di lapangan Arbei tercatat 3,38 MMSTB dan gas sebesar 84,05 BSCF. Sedangkan potensi gas di lapangan Anggor tercatat 62 BSCF.
Sampai Semester I tahun ini, EMP membukukan rugi sebesar US$ 50,39 juta atau menurun dibandingkan perolehan laba periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 70,51 juta.