Angka permintaan bantuan kesejahteraan bagi pengangguran yang turun dan perbaikan di berbagai sektor ekonomi bulan lalu di AS bisa membuat bank sentral negara ini semakin percaya diri menaikkan suku bunga acuan bulan depan.
Kantor berita Reuter melaporkan bahwa indikator-indikator ekonomi ini memperlihatkan bahwa pasar lapangan kerja dan perekonomian AS semakin membaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar sektor manufaktur, ekonomi masih tetap kokoh meski pertumbuhan global terus turun.
Departemen Tenaga Kerja menyebutkan, klaim baru mendapatkan dana kesejahteraan penangguran turun 5.000 sehingga jumlah totalnya hingga 14 November mencapai 271 ribu.
Klaim dana kesejahteraan pengangguran kini berada di bawah 300 ribu dalam 37 minggu berturut-turut, yang merupakan periode terlama dalam beberapa tahun, dan angka ini tidak jauh dari tingkat di awal 1970-an.
Klaim di bawah angka ini biasanya diasosiasikan dengan pasar tenaga kerja yang sehat.
Para ekonomi mengatakan ada kemungkinan klaim ini terus turun karena pasar tenaga kerja kini cenderung mencari pegawai tetap.
“Kami memandang kekuatan pasar tenaga kerja AS cukup kokoh, dan memperkirakan hal ini akan terus terjadi yang bisa membuka jalan bagi the Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada Desember,” kata Jesse Hurwitz, ekonom dari Barclays di New York.
Catatan dari rapat komite penentu kebijakan the Fed tangap 27-28 Oktober yang diterbitkan pada Rabu (18/11), memperlihatkan bahwa para pejabat terkait mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Desember.
Dengan tingkat lima persen, angka pengangguran berada dalam cakupan yang menurut banyak pejabat the Fed sebagai sejalan dengan kecenderungan mencari pegawai tetap, dan jumlah pencari kerja untuk setiap posisi saat ini berada di tingkat terendah sejak 2007. (yns/reuters)