Kedua varian global bond yang diterbitkan adalah seri RI0126 dengan tenor 10 tahun dan seri RI0146 dengan jangka waktu jatuh tempo 30 tahun. Lelang dilakukan pada Selasa (1/12) waktu New York, AS atau Rabu (2/12) dini hari waktu Jakarta.
Untuk GMTN seri RI0126, nominal yang dimenangkan pemerintah sebesar US$2,25 miliar, dengan tingkat kupon 4,75 persen dan imbal hasil (yield) 4,8 persen. Sementara untuk seri RI0146, nilai penerbitannya sebesar US$1,25 miliar, dengan tingkat kupon 5,95 persen dan yield 6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil ini menandakan masih tingginya kepercayaan investor dan sentimen positif pada prospek perekonomian Indonesia," tulis DJPPR dalam keterangan resminya.
Sementara Asia, tanpa memasukkan Indonesia, menguasai 10 persen untuk seri RI0126 dan 22 persen untuk seri RI0146. Indonesia selaku tuan rumah memiliki 14 persen untuk seri RI0126 dan hanya 2 persen untuk seri RI0146.
Berdasarkan jenis investor, asset manager menguasai 75 persen untuk seri RI0126 dan 71 persen untuk seri RI0146. Disusul kemudian bank dengan 18 persen untuk seri RI0126 dan 6 persen untuk seri RI0146.
Asuransi atau dana pensiun memegang 4 persen untuk seri RI0126 dan 21 persen untuk seri RI0146. Lalu private banks hanya memiliki masing-masing 1 persen untuk seri RI0126 dan seri RI0146. Terakhir sovereign wealth funds, menguasai 2 persen untuk seri RI0126 dan 1 persen untuk seri RI0146.
Indonesia memperoleh peringkat kredit BBB- (stable) dari Fitch, BB+ (positive) dari S&P, dan Baa3 (stable) dari Moody’s. Joint Lead Manager. Sementara itu, Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah BofA Merrill Lynch, CIMB, Citigroup dan HSBC, serta bertindak sebagai co-Managers adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Securities. (ags/gen)