Koordinator Tim Pembenahan Tata Kelola Arus Minyak (PTKAM) Faisal Yusra mengatakan penghematan diperoleh melalui perbaikan mekanisme serah terima minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM). Mulai dari pengiriman minyak mentah dari produsen, upaya pengangkutan hingga ke kilang, sampai pada efisiensi penggunaan surveyor.
"Jadi bukan berarti selama ini tidak berhemat. Tapi kami terus menekan biaya-biaya yang sebenarnya masih bisa ditekan sampai melakukan optimasi mengenai losses," tutur Faisal di kantornya, Senin (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibandingkan dengan 2015, angka iu setara dengan penghematan US$ 300 juta dengan asumsi harga minyak US$ 40-50 per barel,” ujarnya.
Selain mampu mengoptimalkan kinerja keuangan, menurut Dwi upaya efisiensi dan penghematan juga akan memberi dampak positif pada etos kerja pegawai.
"Benefit terbesar dari upaya efisiensi kan ada di pengurangan losses karena sebenarnya hampir 50 persen bisa ditekan. Kalau efisiensi 2015 ini sekitar US$ 1 dolar, tahun depan akan tambah US$ 1 dolar lagi bisa diteruskan per barel," imbuh Dwi. (gen)