Nilai tersebut telah turun 0,5 persen sejak IMF memasukkan yuan sebagai special drawing rights yang baru bersama mata uang lainnya yang telah menjadi mata uang internasional lebih dulu.
CNNMoney memberitakan, PBoC pada 7 Desember 2015 lalu melaporkan tinggal memiliki cadangan devisa sebesar US$ 3,4 triliun. Level terendah sejak awal November 2013.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Salah satunya adalah dengan menanamkan investasi di proyek-proyek properti di New York atau London, karya seni bernilai tinggi, atau membeli saham dan surat utang di luar negeri,” ujar Evans-Pritchard, dikutip Kamis (10/12).
Dengan membiarkan modal keluar dari China, para pengusaha lokal negara tersebut justru berburu dolar, euro dan mata uang negara lain untuk berinvestasi di luar negeri. Kondisi tersebut membuat yuan jatuh lebih dalam, yang coba diantisipasi PBoC dengan mengerahkan cadangan devisanya.
"Tampaknya masuk akal untuk mengasumsikan bahwa hampir setengah dari penurunan cadangan devisa China terjadi pada pasar valuta asing," kata Marc Chandler, Kepala Strategi Mata Uang Brown Brothers Harriman. (gen)