Dari minat investasi senilai US$ 16 miliar itu, tak kurang dari US$ 4 miliar diantaranya merupakan minat investasi yang tergolong serius.
Berangkat dari hal ini, Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan bakal menjadikan investasi dari Korea Selatan sebagai ujung terhadap sumber investasi ke dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan tingginya minat investor negeri gingseng di Indonesia, Franky bilang jajaran BKPM menyatakan bakal memberikan perhatian khusus dan prioritas agar minat tersebut dapat menjadi izin prinsip atau komitmen investasi.
“Karakteristik keseriusan ini ditentukan oleh frekuensi kunjungan yang dilakukan investor ke Indonesia, serta hasil komunikasi yang dibangun baik oleh kantor perwakilan BKPM di Seoul maupun oleh tim Marketing Officer yang ada di Jakarta,” tambah Franky.
Selain minat investasi yang serius, sedianya tim BKPM juga mengklasifikasikan minat investasi dengan kategori minat dan prospetif.
“Untuk minat yang sudah direalisasikan menjadi izin prinsip tercatat US$ 616 juta terdiri dari industri padat karya US$ 257 juta, infrastruktur US$ 158 juta, dan sektor pertanian US$ 141 juta,” imbuhnya.
Franky menegaskan, menyusul rencana tadi pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah koordinasi dengan seluruh stakeholder dan bersama-sama mengawal minat investasi yang telah disampaikan oleh investor Korea Selatan tersebut.
“Sebagai badan koordinasi, fungsi BKPM tentu strategis dalam mendorong minat-minat investasi yang telah diidentifikasi tersebut dapat memiliki peran dalam meningkatkan nilai investasi dari negara asal masuk ke Indonesia,” pungkasnya.
Masih mengacu data realisasi investasi yang dikeluarkan oleh BKPM periode Januari-September 2015, Korea Selatan menempati peringkat empat dengan nilai investasi US$ 1,0 miliar 1.529 proyek, posisi Korsel tersebut dibawah Singapura yang menempati posisi teratas US$ 3,55 miliar dengan 1.999 proyek; dan Malaysia US$ 2,9 miliar dengan 600 proyek dan Jepang yang menduduki peringkat ketiga dengan nilai mencapai US$ 2,5 miliar.
Sedangkan di bawah Korsel tercatat Belanda US$ 908 juta dengan 301 proyek. (dim)