Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan kalau usulan Bekraf ini terkait rasio penduduk dan layar bioskop tersedia yang masih kecil. Menurut data yang dimilikinya, saat ini baru ada 1.054 layar untuk 250 juta penduduk, atau 1 layar untuk 240 ribu penduduk.
"Di sektor eksebisi atau bioskop, alasan yang melandasi usulan dibukanya peluang untuk kepemilikan asing. Sehingga dengan dibukanya bidang usaha tersebut, diharapkan asing dapat membantu mengisi gap tersebut," ujar Franky melalui siaran pers dikutip Rabu (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut sebenarnya telah diatur dalam UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, bahwa konten (tayangan) lokal mengisi 60 persen dan asing 40 persen. Dengan mengacu kepada aturan tersebut bioskop asing juga harus memutar film dengan mayoritas konten lokal.
Ia juga menambahkan kalau kini pihaknya telah menerima 454 usulan final revisi Panduan Investasi yang saat ini tengah dibahas oleh BKPM dan instansi terkait dan dapat rampung pada bulan April 2016 mendatang. Saat ini, pengaturan DNI masih berdasarkan Peraturan Presiden no. 39 tahun 2014. (gir)