Target ini terbilang lebih rendah jika dibandingkan angka hingga kuartal III 2015, di mana realisasi PMA tercatat sebesar Rp 266,8 triliun atau 66,7 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp 400 triliun.
Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, penetapan target itu dilakukan untuk memperbesar porsi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang saat ini masih minoritas. Ia berharap, proporsi PMDN di dalam realisasi investasi nasional bisa berada di atas 50 persen dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia yakin bisa mencapai hal tersebut setelah melihat dari banyaknya rencana investasi yang masuk ke BKPM sepanjang tahun 2015. Sejak Januari hingga November tahun ini, rencana PMDN tercatat di angka Rp 580,8 triliun atau 34,97 persen dari izin prinsip yang masuk sebanyak Rp 1.660,5 triliun.
“Investor asing juga cukup antusias untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terutama investor Asia. Sebanyak 48 persen realisasi investasi yang masuk hingga kuartal III tahun ini kan berasal dari Asia,” jelasnya.
Sebagai informasi, pada tahun ini BKPM menargetkan realisasi investasi sebesar RP 519,5 triliun yang terdiri dari PMA sebesar Rp 343,7 triliun (66,15 persen) dan PMDN sebesar Rp 175,8 triliun (33,84 persen). Porsi PMDN itu lebih besar dibandingkan angka tahun 2014 sebesar 33,05 persen. (adt)